Jaryono

Mathematics for Business Homework #03

For students who follow my course of Mathematics for Business, there is homework for you about stock prices index. You are requested to download stock price data on websites that provide such data like: https://finance.yahoo.com, http://www.idx.co.id, and others. The data needed is date, open, high, low, close, volume. Add a column in the table with the column heading “index“. Calculate the index of the close stock price, referring to the base day that is the earliest date of the month. If last digit of  your Student ID Number is 1, please you download the data for January 2017. If last digit of your SIN is 2, then download the data for February 2017. And so on. You can choose stock of any company. Submit your table in printed format before or at next lecture.

Welcome to the Exponential Age

Pada tahun 1998, Kodak memiliki 170.000 karyawan dan menjual 85% dari seluruh kertas foto di seluruh dunia. Hanya dalam beberapa tahun saja, model bisnis mereka lenyap dan mereka bangkrut. Apa yang terjadi dengan Kodak akan terjadi di banyak industri dalam 10 tahun ke depan – dan kebanyakan orang tidak menyadarinya. Apakah Anda berpikir pada tahun 1998 bahwa 3 tahun kemudian Anda tidak akan pernah memotret di atas film lagi? Sebenarnya, kamera digital ditemukan pada tahun 1975. Yang pertama hanya memiliki 10.000 piksel, namun mengikuti hukum Moore. Begitu juga dengan semua teknologi eksponensial, ini adalah kekecewaan untuk waktu yang lama, sebelum menjadi superior dan menjadi mainstream hanya dalam beberapa tahun saja. Sekarang akan terjadi dengan Artificial Intelligence, kesehatan, mobil otonom dan mobil listrik, pendidikan, percetakan 3D, pertanian dan pekerjaan.

Selamat Datang di Exponential Age! Selamat Datang di Revolusi Industri ke-4 ……….

Perangkat lunak akan men-disrupt industri tradisional dalam 5-10 tahun ke depan. Uber hanyalah alat perangkat lunak, mereka tidak memiliki mobil, dan sekarang merupakan perusahaan taksi terbesar di dunia. Airbnb sekarang menjadi perusahaan hotel terbesar di dunia, meskipun mereka tidak memiliki properti apapun.

Kecerdasan Buatan: Komputer menjadi lebih baik secara eksponensial dalam memahami dunia. Tahun ini, komputer mengalahkan pemain Go terbaik di dunia, 10 tahun lebih awal dari perkiraan. Di AS, pengacara muda sudah tidak mendapatkan pekerjaan. Karena dengan IBM Watson, Anda bisa mendapatkan saran hukum (sejauh ini untuk hal-hal yang mendasar) dalam hitungan detik, dengan akurasi 90% dibandingkan dengan akurasi 70% saat dilakukan oleh manusia. Jadi jika Anda belajar hukum, segera hentikan. Akan ada 90% pengurangan pengacara di masa depan, hanya spesialis yang akan tetap tinggal. Watson sudah membantu perawat diagnosa kanker, 4 kali lebih akurat dibanding perawat manusia. Facebook sekarang memiliki software pengenalan pola yang bisa mengenali wajah lebih baik dari manusia. Pada tahun 2030, komputer akan menjadi lebih cerdas dari pada manusia.

Mobil otonom: Pada tahun 2018 mobil penggerak diri pertama akan muncul untuk umum. Sekitar tahun 2020, industri mobil konvensional akan mulai terganggu. Anda tidak ingin memiliki mobil lagi. Anda akan menghubungi mobil dengan telepon Anda, dan dia akan muncul di lokasi Anda dan mengantar Anda ke tempat tujuan. Anda tidak perlu memarkirnya, Anda hanya membayar untuk jarak yang ditempuh dan bisa menjadi produktif saat mengendarai. Anak-anak kita tidak akan pernah mendapatkan SIM dan tidak akan pernah memiliki mobil. Ini akan mengubah kota, karena kita membutuhkan mobil 90-95% lebih sedikit untuk itu. Kita bisa mengubah bekas tempat parkir menjadi taman. Dalam sistem konvensional, terdapat 1,2 juta orang meninggal setiap tahun karena kecelakaan mobil di seluruh dunia. Kita sekarang memiliki satu kecelakaan setiap 100.000 km, dengan mobil otonom hanya terjadi satu kecelakaan dalam 10 juta km. Itu akan menyelamatkan sejuta nyawa setiap tahunnya. Sebagian besar perusahaan mobil mungkin bangkrut. Perusahaan mobil tradisional mencoba pendekatan evolusioner dan hanya membangun mobil yang lebih baik, sementara perusahaan teknologi (Tesla, Apple, Google) akan melakukan pendekatan revolusioner dan membangun komputer dengan roda. Insinyur dari Volkswagen dan Audi; mereka benar-benar takut pada Tesla. Perusahaan asuransi akan mengalami masalah besar karena tanpa kecelakaan, asuransi akan menjadi 100x lebih murah. Model bisnis asuransi mobil mereka akan hilang.

Real Estate: Real estat akan berubah. Karena jika Anda bisa bekerja commute, orang akan memilih tempat yang lebih jauh untuk tinggal di lingkungan yang lebih indah. Mobil listrik akan menjadi mainstream sampai 2020. Kota akan kurang ribut karena semua mobil akan berjalan dengan listrik. Listrik akan menjadi sangat murah dan bersih: Produksi energi matahari telah berada dalam kurva eksponensial selama 30 tahun, namun hanya sekarang Anda bisa melihat dampaknya. Tahun lalu, lebih banyak energi surya dipasang di seluruh dunia daripada fosil. Harga energi surya akan turun begitu banyak sehingga semua perusahaan batubara akan gulung tikar pada 2025. Dengan listrik murah, maka datang pula air murah dan berlimpah. Desalinasi sekarang hanya membutuhkan 2kWh per meter kubik. Kita tidak memiliki air yang langka di kebanyakan tempat, kita hanya memiliki air minum yang langka. Bayangkan apa yang akan terjadi jika ada yang bisa memiliki air bersih sebanyak yang dia mau, karena hampir tanpa biaya.

Kesehatan: Harga Tricorder X akan diumumkan tahun ini. Akan ada perusahaan yang membangun perangkat medis (disebut “Tricorder” dari Star Trek) yang bekerja dengan telepon Anda, yang membawa pemindaian retina Anda, sampel darah dan napas Anda ke dalamnya. Ini kemudian menganalisis 54 biomarker yang akan mengidentifikasi hampir semua penyakit. Ini akan murah, jadi dalam beberapa tahun semua orang di planet ini akan memiliki akses terhadap obat kelas dunia, hampir gratis.

Pencetakan 3D: Harga printer 3D termurah turun dari $18.000  menjadi $400  dalam waktu 10 tahun. Pada saat yang sama, itu menjadi 100 kali lebih cepat. Semua perusahaan sepatu besar memulai sepatu cetak 3D. Suku cadang pesawat terbang sudah dicetak 3D di bandara terpencil. Stasiun luar angkasa sekarang memiliki printer yang menghilangkan kebutuhan akan sejumlah besar suku cadang yang dulu mereka miliki di masa lalu. Pada akhir tahun ini, smartphone baru akan memiliki kemungkinan pemindaian 3D. Anda kemudian bisa memindai kaki Anda dan mencetak sepatu Anda dengan sempurna.

Courtesy: https://googleweblight.com/?lite_url=https://www.linkedin.com/pulse/welcome-exponential-age-4th-industrial-revolution-mehul-desai&ei=x_B0HdVt&lc=en-ID&s=1&m= 398host=www.google.co.id&ts=1503725866&sig=ALNZjWkZ7QdayvPqlfjLbjhSOE8OffTx8Q

Web 2.0

Web 2.0 describes World Wide Web sites that use technology beyond the static pages of earlier Web sites. The term was coined in 1999 by Darcy DiNucci and was popularized by Tim O’Reilly at the O’Reilly Media Web 2.0 conference in late 2004.  Although Web 2.0 suggests a new version of the World Wide Web, it does not refer to an update to any technical specification, but rather to cumulative changes in the way Web pages are made and used (see this link). Web 2.0 is very supportive of today’s modern society era. The era in which many awakened new communities, such as a university alumni community, community of photography enthusiasts, fashion community, the student community, the community of a particular brand of car enthusiasts, Banyumasan culture communities, communities of Javanese culture, and so forth.

Web 2.0 is the social Web, has transformed and led to new business models. The transformation has happened so smoothly that we frequently don’t recognize many of the implications to businesses, agencies, and individuals. Internet interactivity allows for robust social connections between individuals, organizations, governments and other entities. Organizations had communicated with their audiences using a broadcast model—messages flowed from sender to receiver.  The newer model is the conversation model, where communication flows back and forth between sender and receiver. (Turban, 2013)

Fuzzy Logic Technology

Today many household appliances have fuzzy logic built into them to make their use easier. You can find fuzzy logic in shower heads, rice cookers, vacuum cleaners, and just about everywhere. So you can get an idea how these machines work, we’ll look at this simplified model of a fuzzy washing machine in  the following link. Like a real fuzzy washing machine would, it tests how dirty the laundry is. Once it knows how dirty the laundry is, it can easily calculate how long it should wash it. Fuzzy-logic rice cookers have computer chips that direct their ability to make proper adjustments to cooking time and temperature. Unlike basic rice cookers, which complete tasks in a single-minded, mechanical manner, the process behind the fuzzy-logic rice cookers needs a bit more explanation.

The fuzzy sets theory, first proposed by UC Berkeley professor Lotfi Zadeh in 1965, laid the groundwork for fuzzy logic, which he also put forward in 1973. Fuzzy sets theory has to do with mathematical sets, or groups of items known as elements.  In most mathematical sets, an element either belongs to the set or it doesn’t. Fuzzy logic is basically a way to program machines so they look at the world in a more human way, with degrees of truth. Instead of cold, hard parameters and strict data sets, fuzzy logic assumes a more practical approach. Using numbers, it incorporates non-definitive words like “slightly” or “almost” into its decision-making processes. As a result, the use of fuzzy logic in rice cookers helps to ensure properly cooked rice because it gives the appliances the ability to make judgment calls similar to those a person might make, albeit typically better than those a hungry, impatient person might make. (If you wanna more information about Fuzzy Rice Cooker, please click link here.)

Good governance, both In and Out

Saya setuju dengan salah satu pendapat pada acara ILC di TV-ONE tempo hari, “awasi keuangan negara baik dari sisi pengeluaran maupun dari sisi revenu-nya”. Selang satu hari, ada berita bahwa telah tertangkap tangan pegawai pajak yang “selingkuh” dengan WP yang diawasinya. Komentarnya macam-macam atas berita itu. Ada yang bilang, wah itu mah udah biasa. Yang lain bilang, ternyata hukuman belum menimbulkan efek jera. Yang lain bilang, waduh temenku ketahuan.

Di tengah upaya reformasi keuangan di Kemenkeu, ternyata masih banyak pegawai “nakal” yang masih main api. Oleh karenanya, reformasi keuangan jangan hanya menekankan pada sisi pengeluarannya. Saya pribadi mengakui upaya perbaikan di Kemenkeu di sisi pengeluaran begitu gencar. Kita lihat salah satu contohnya yaitu jabatan ‘Panitia Lelang’ yang dulu jadi primadona, sekarang banyak ditakuti pegawai, karena, salah-salah sedikit dalam prosedurnya, ia bisa-bisa disangka korupsi. Padahal mungkin yang bersangkutan tidak menyadarinya, serta tidak ikut menikmati “kerugian negara” yang disangkakan. Di sisi pengeluaran, rupanya para pihak yang berkaitan dengan penggunaan anggaran harus ekstra hati-hati, harus cermat, dan harus dengan high precision.

Semangat Anti Korupsi

Begitu kami masuk ke Kantor Imigrasi Cilacap, terpampanglah beberapa banner dengan tulisan semangat anti korupsi. Syukurlah. Semoga begitu. Dan juga semoga tak ada lagi yang memanfaatkan “orang dalam” agar mendapat pelayanan istimewa, namun dapat mengorbankan pemohon lain. Meski dalam UU Tipikor mungkin tidak bisa dianggap korupsi, namun pelayanan istimewa karena punya oramg dalam sangatlah menyakitkan bagi orang lain yang tak berkesempatan.

International Operation Management

The world is changing to one in which goods, people and information all move across the world with greater speed and frequency than ever before. Organizations of all kinds now rarely conduct all aspects of their business within the confines of their own national borders. The forces of globalization are making business operations increasingly international rather than national in scope. Operations managers have to learn how to adapt to the requirements of managing across many different border, time-zones, cultures and language. (David Barnes)